When Destinty Meets Choice

Hello there everyone!

Let me take you back in time. Kamu ingat posting pertama di main blog saya tanggal 27 September 2005? Di posting pertama saya itu, saya bilang bahwa, "... being a model, for me is a temporary thing. I ultimately want to be a mother. I want the simple things like having a family and kids... lots of them."

Terus saya berlanjut disitu, "In life, sometimes you have to make a choice. I do not believe it is possible for me to be an international model and be a good mother at the same time....I will take this modeling career as far as it can get me, before I say 'I do' to man I love. When that day comes.. I will be the most loving wife any man can have. By choice... modeling will ceased being a priority in my life."

Well guys, one year ago today -April 1st 2006-  I have made my choice and I said "I do" to man that is now my husband. I have found him. The one I can love and hate at the same time. The one that can make me laugh and cry with the same breath. The one that is going to be the father of my children. Most of all, I have found the man that is my imam. In short, I have found my destiny.

His name is Andy.

I have come full circle. Ironis kalau dipikir. Saya pergi ke tempat jauh, untuk mencari existensi lewat suatu karir, tapi saya malah dapat semua setelah saya meninggalkan karir itu. Existensi yang saya cari itu ternyata ada disini dan bukan di karir, tapi di hidup. Proses. Proses hidup.

I have traveled the world and seeing it with a pair of hungry eyes. But I could not FEEL the world until I closed my eyes. I found the answer when I was actually not looking. Ini emang proses. Proses hidup saya.

Nah temen-temen blogger, semua proses ini saya curahkan dalam suatu karya tulis berjudul Tiara Lestari: Uncut Stories. Saya kerja bareng dengan penulis yang bernama Windy. She is not just nice, but also very good in transforming my blog, thoughts and my writing into a book with a different style.

Hari ini, bersamaan dengan aniversary perkawinan saya yang setahun, saya akan meluncurkan buku ini. Kamu-kamu yang tinggal di Jakarta, saya mau undang kamu untuk datang di Brake Cafe, Citos, jam 3 sore, hari ini (Minggu, 1 April 2007).

This world is full of surprises. Termasuk keputusan saya untuk menikah setahun yang lalu. Dalam proses menulis buku ini, Windy tanya ke Andy apa sih arti menikah. Andy answered, "Marriage is when destiny meets choice."

When destiny meets choice. I could not agree more.

Tiara

                            

Video klip "Malam yang indah"

Akhirnya, setelah beberapa hari coba untuk nge load video klip saya, berhasil juga! :) I guess, ini hadiah lebaran saya untuk kamu-kamu. Have fun watching them ya!

Tiara

PS: Mohon maaf lahir batin ya semuanya! Hati-hati kalau pada mudik :)

<object width="425" height="350"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dWBohJQsjiw"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/dWBohJQsjiw" type="application/x-shockwave-flash" width="600" height="350"></embed></object>

Ring backtone untuk HP kamu;

Pro XL: 10201215, 10201216, 11400067.

Mobile 8: 305658900.

Telkomsel (katanya belum jalan nih): 2860724.

Dibalik lagu "Malam yang Indah" dari album Baron & Kafilah

Posted by Picasa

Mungkin belum banyak yang tahu kalau saya suka menyanyi, tapi hanya sebatas menyanyi di rumah. Saya ingat waktu kecil saya selalu menyanyi setiap kali melakukan kegiatan apa saja, sampai pernah tetangga complain saking berisiknya, dan dinding pembatas rumah kami memang tipis. Itu dulu, kalau sekarang lebih enak, nyanyi di karaoke Inul vizta bisa teriak-teriak sampai suaranya habis dan nggak ada yang complain. Hehe...

Sebulan yang lalu saya datang kerumah sahabat saya Baron (mungkin kalian juga sudah tau kalau dia itu mantan gitarisnya GIGI) yang kebetulan saat itu sedang menggarap sebuah album reliji bersama beberapa teman. Sampai disana dia bilang, "Loe mau nyanyi nggak Ti, buat rekaman?"

Masih terkaget-kaget, karena tumben si Baron nawarin saya nyanyi, dia kan tahu saya bukan penyanyi, saya bilang "Mau!" (sambil pura-pura yakin). Walau ada bagian dari saya yang memang pingin banget bisa nyanyi dan direkam, walau ada bagian lain yang merasa takuuut... ntar kalau suaranya jelek bakal diketawain satu RT deh...

Sejenak kemudian, saya pikir dia hanya menggoda saja, karena sebelumnya saya juga sering godain Baron meminta dia ajarin saya nyanyi. Dia selalu bilang, "Gampang..." dan malam itu juga dia memberikan saya sebuah cd yang berisikan satu buah lagu sambil bilang, "Ti tolong sampai rumah di dengerin dan dihafal ya, nanti tiga hari kesini lagi."

Selama tiga hari itu saya dengerin terus menerus lagu itu dan latihan sendiri, di mana saja saya berada nyanyinya lagu ituu terus. Isinya tentang ajakan orang untuk tidak ragu berzakat. Mmm sebuah lagu yang manis dan sangat kena di hati saya yang mungkin juga suka lupa berzakat.

Setelah tiga hari saya datang lagi kerumah Baron, eh sampai disana dia minta maaf, dia bilang kalau lagu sudah di minta dan dinyanyiin sama Jodi (Jodi-Edwin) tapi dia memberikan sebuah lagu yang berbeda untuk saya nyanyikan.

Ihh gimana sih ini si Baron...? Tapi buat saya sebetulnya sih sama saja, toh saya memang bukan penyanyi yang butuh lagu khusus dan perencanaan khusus, apalah si Tiara ini, nyanyi aja belum tentu bisa hehe...


Setelah saya baca beberapa kali, liriknya sangat menyentuh, saya tidak tahu kenapa kayanya lagu ini lebih pas buat saya. Dan Baron pun minta saya mulai menyanyi di dalam studionya. Setelah "take" vokal beberapa kali Baron bilang, " Ya sudah cukup".

Walau masih dalam kebingungan seperti orang jetlag karena kok rekaman prosesnya begitu doang sih, tapi hari itu saya ingat sebagai hari pertama saya bikin rekaman. Uihhh senengnya... Pertama kali saya rekaman lagu yang nggak dibikin di wannabe :)

Nah.. Tanggal 16 October, 2006, album BARON & KAFILAH dimana saya nyanyi satu lagu yang berjudul "Malam yang Indah" secara resmi diluncurkan. Bagus nggaknya saya nggak tau.. saya hanya tahu saya merasa berterima kasih dan merasa beruntung diberi kesempatan untuk bekerja sama dengan temen2 yang mencoba membawa saya ke jalan yang lebih baik. CD dan kasetnya udah beredar loh kalau kamu-kamu yang penasaran! :)

Tiara

PS: Selain saya, ada dua belas penyanyi dan musisi yang berkolaborasi dalam album ini. Banyak dari mereka bisa disebut dalam kategori yang sama dengan saya... penyanyi amatir hehehe

My Additional Friendster

Hi Tiara Friends,
Account Friendster saya disini sudah mencapai limit 1000 friends.
Jadi saya buat account friendster lagi di http://www.friendster.com/tiaralestar1
huruf i nya diganti dengan angka 1.

Silakanbuat teman baru yang belum bisa join untuk masuk kesana

Salam

Tiara

100sexiest@fhm.co.id

_mg_1188900 Seorang wanita yang elegan, apa dia bisa juga sexy atau -lebih tepatnya- sensual? Apakah sexy atau sensual harus selalu sama dengan vulgar atau seronok yang -jelas- tidak elegan? Hmmm...

Manager saya tadi pagi telpon, dia bilang nama saya ada di list 100 sexiest women versi FHM Indonesia. Dia bilang,"Ti, ini hasil sementara loh.. jadi bisa aja kamu jadi nomor satu kalau orang-orang pada email ke FHM dan nulis nama kamu!" Saya ketawa sambil berpikir ah.. Bharata memang selalu penuh semangat.

Tadinya saya berpikir "Kok lucu ya. Sejak saya kembali, saya tidak pernah tampil dimajalah pria manapun juga.. apalagi tampil super sexy. Kok bisa-bisanya masih masuk dalam list itu?". Namun saya mikir lagi.. kalau nama saya memang ada di list itu, artinya banyak teman-teman yang beranggapan bahwa sexy does not always mean naked. Lady Diana.. elegan.. dan tetap sexy. Apakah demi Moore di film A few Good Men tidak sexy walau berbaju tertutup selama film tersebut? Jelas dia sexy.

Mungkin.. mungkin saja.. bahwa sexy nya seorang wanita bisa dilihat dari hal-hal yang lebih dalam dan bukan hanya dari berapa persen kulit yang terbuka. Kalau memang begitu... saya berterima kasih kepada kamu-kamu yang mengirim email ke FHM dan menulis nama Tiara Lestari.

In the end, being sexy may just be about who you are as a person and the light that shines through your eyes, penetrating deep into one's soul. Maybe.

Tiara